IMPLEMENTASI PERAN TRANSFER KNOWLEDGE DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI KREATIF (Studi Empiris pada Industri Rumah Tangga Susu Karamel Cisondari Kabupaten Bandung)

Maskarto Lucky Nara Rosmadi, SH., SE., S.Sos., MM.

Abstract


Perkembangan perekonomian nasional yang fluktuatif disertai dengan kurang berkembangnya sektor industri makro berdampak pada laju pertumbuhan dan perkembangan ekonomi bangsa Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk segera keluar dari situasi yang dapat berdampak bagi pembangunan yang sedang dilaksanakan. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, tentunya harus dapat mengikutsertakan peran ekonomi mikro dalam membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi. Industri kreatif yang telah mengakar dan menjadi mata pencaharian pokok masyarakat Indonesia dapat mendukung program pembangunan nasional. Salah satu industri kreatif tersebut, yaitu industri susu karamel Cisondari Kabupaten Bandung. Keberadaan industri susu karamel Cisondari memang belum terkenal jika dibandingkan dengan susu karamel Pangalengan Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif, maksudnya data yang diperoleh menggambarkan atau menjelaskan sedemikian rupa yang kemudian dilakukan penganalisaan sedangkan teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder (kepustakaan). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diterangkan, bahwa industri susu karamel Cisondari yang merupakan industri rumah tangga memiliki ciri khas yang berbeda dengan susu karamel yang diproduksi di pangalengan dan keberadaannya dapat menjadi wahana kuliner baru bagi Kabupaten Bandung. Beberapa faktor yang perlu ditingkatkan adalah kurangnya peran pemerintah daerah dalam memberikan penyuluhan dan bantuan permodalan melalui industri perbankan. Dengan keterbatasan yang ada susu karamel Cisondari sudah tersebar diseluruh wilayah Jawa Barat. Namun demikian keterbatasan bahan baku dan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi masalah utama yang harus segera ditangani.

References


Departemen Perdagangan RI. 2009. Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2010-2014. Jakarta. Departemen Perdagangan.

Departemen Perdagangan RI. 2008. Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025:Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009-2025. Jakarta. Departemen Perdagangan.

Gomes, Faustino Cardoso. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta. Andi.

Nazir, Moh. 2003. Metode Penelitian. cetakan kelima. Jakarta. Ghalia Indonesia.

Paeni, Mukhlis. Tradisi Lisan Deposit Ekonomi Kreatif. Makalah pada Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan di Wakatobi Sulawesi Tenggara. 1-3 Desember 208.

Rivai, Veithzal. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan dari Teori ke Praktek. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Robbins, Stephen P dan Mary Coulter. 2007. Manajemen. edisi 8 jilid 1. Jakarta. Indeks.

Rosmadi, Maskarto Lucky Nara. 2014. Industri Kreatif Dalam Menghadapi Pasar Bebas Asean Tahun 2015. Jurnal Wawasan Hukum. volume 30 Nomor 1. Bandung. Sekolah Tinggi Hukum Bandung.

Simatupang, M.T. 2008. Industri Kreatif Untuk Kesejahteraan Bangsa. Inkubator Industri dan Bisnis. Bandung. Institut Teknologi Bandung.

Sugiyono. 2011. Statistika Untuk Penelitian. Bandung. Alfabeta.

Suryana. 2013. Ekonomi Kreatif Ekonomi Baru: Mengubah Ide dan Menciptakan Peluang, Jakarta. Salemba Empat.

(http://www.harnas.co/2016/11/17/kemenaker-jumlah-pengangguran-sarjana-meningkat, diunduh pada Tanggal 23 Juni 2017).

(https://www.ekon.go.id/berita/view/ekonomi-berbasis-kreativitas.1659.html, diunduh pada Tanggal 24 Juni 2017)

Rangkoyo, http://ikhtisar.com/transfer-knowledge-belum-jalan-di-banyak perusahaan/, diunduh pada Tanggal 3 Juli 2017.

Trautman, Steve, (http://blog.stevetrautman.com/you-are-here-knowledge-transfer-defined/, diunduh Tanggal 4 Juli 2017


Refbacks

  • There are currently no refbacks.