PERKEMBANGAN KINERJA UMKM SEBELUM DAN SESUDAH MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)

Rizka Ramayanti, Novita Novita

Abstract


MEA memiliki tujuan untuk menjadikan ASEAN sebagai kawasan basis produksi dan pasar tunggal (pilar 1), kawasan yang berdaya saing (pilar 2), kawasan yang mengedepankan pembangunan yang merata (pilar 3), dan kawasan yang terintegrasi dengan pasar global (pilar 4). Potensi UMKM di Indonesia sangat besar dalam menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat dan juga memiliki kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk menghadapi kompetisi MEA, UMKM dituntut untuk dapat meningkatkan daya saing baik secara keuangan maupun non keuangan.  Berkaitan dengan penilaian kinerja UMKM, pendekatan yang digunakan dalam melakukan penilaian adalah dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard yang terdiri kinerja keuangan dan non keuangan yang dilihat dari perspektif pelanggan, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran. Pada penelitian ini, penulis ingin menguji apakah Kinerja keuangan dan non keuangan UMKM berbeda pada saat sebelum dan sesudah MEA. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari menyebarkan kuesioner kepada pelaku UMKM. Penelitian akan dilakukan di kawasan Jakarta Selatan. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (2015), pertumbuhan UMKM di kawasan tersebut cukup tinggi. Data dianalisis melalui uji beda rata-rata. Pada penelitian ini ditemukan bahwa terdapat perbedaan kinerja keuangan sebelum dan setelah MEA, dan terdapat perbedaan kinerja non keuangan sebelum dan setelah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)


References


Badan Pusat Statistik (2015).

Bapenas (2016)

Herawati, Vica. 2010. Analisis Pengaruh ASEAN CHINA free Trade Agreement (ACFTA) Terhadap Kinerja Keuangan yang Dilihat Dari Penjualan Pada UKM Tekstil Di Pekalongan. Skripsi Universitas Diponogoro : Semarang

Julita dan Sari, Eka (2015) Startegi Generik porter bagi UMKM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) (Studi kasus: UMKM di KAbupaten Deli Serdang). SNEMA : Universitas Negeri Padang

Kaplan, R. S. dan Norton, D. P. 2000. Balance Scorecard Menerapkan Stategi Manajemen Menjadi Aksi (alih Bahasa Peter, R. Y ) Jakarta: Erlangga

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (2013).

Mulyadi. 2001. Balance scorecard : Alat manajemen kontemporer untuk pelipat ganda kinerja keuangan perusahaan. Jakarta : Salemba Empat

Rangkuti, F. 2008. Analis SWOT Teknik Membedah kasus bisnis. Jakarta : PT Gramedia

Sagoro, Endra M. 2013. Dampak ASEAN CHINA free Trade Agreement (ACFTA) dan ASEAN INDIA Trade Area (AIFTA) Terhadap KInerja Keuangan Industri Kreatif di Yogyakarta Skripsi Universitas Negeri Yogyakarta : Yogyakarta

Setyanto, Alief. (2015). Startegi Pemberdayaan UMKM dalam Menghadap Perdagangan Bebas Kawasan ASEAN : Studi Kampung Batik Laweyan. Jurnal Ekonomi dan bisnis Etikonomi vol 14 (2), pp 205-220.

Tedjasukmana, Budianto. 2014. Potret UMKM Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. The 7th NCFB and Doctoral Colloquium 2014


Refbacks

  • There are currently no refbacks.